
Hingga larut malam pun ia rela untuk bangun demi acara kesayangannya di televisi, jika ada stasiun TV yang menyiarkan wayang. Begadang bukan lagi menjadi hal aneh baginya. Meskipun demikian, hal tersebut tidak menjadikannya malas bangun pagi, apalagi meninggalkan kewajibannya sebagai hamba Allah. Bahkan Lathif disiplin menunaikan sholat berjama’ah di masjid, yang kebetulan berdampingan dengan rumahnya.
Rutinitas Lathif dari bangun pagi yaitu merapikan tempat tidurnya, beranjak ke masjid menunaikan shubuh berjama’ah, membantu ibu segala hal yang menjadi kerepotan Ibu. Di antara keempat saudaranya yang lain, Lathif lah yang paling peka dengan kerepotan Ibunya. Bahkan tak segan-segan, adiknya yang paling kecil, yang masih duduk di bangku PAUD pun ia urusi segala keperluannya. Kendati demikian, ia tak pernah mengeluh dengan aktivitasnya tersebut.
Berangkat sekolah dari pukul 06.30 sampai pulang pukul 14.00. Belum lagi kalau ada tambahan pengayaan. Kalau belum merasa kepenatan yang teramat sangat, Lathif masih membantu Budhenya untuk mengajari adik-adik TPA di rumahnya sendiri. Malam hari, baru ia belajar untuk evaluasi pelajaran yang sehari itu diterimanya dan mempersiapkan pelajaran keesokan harinya. Tugas-tugas sekolahpun ia kerjakan tepat waktu dan mengandalkan komputer di rumah untuk membantunya. Alhasil, pekerjaannya selalu tampak rapi dan tepat.

Prestasi yang baru-baru ini ia raih yaitu dua kali berturut-turut meraih juara I dalam bidang TIK di SMP N 1 Sragen dan di SMP N 5 Sragen. Meskipun terkadang ia ketinggalan pelajaran karena harus mengikuti pembinaan dan lomba, semangat belajarnya tak pernah surut. Ia berusaha mengejar ketertinggalan tersebut dan tak malu bertanya pada teman. Dunia komputerisasi adalah hal yang sangat disukainya selain perwayangan. Kemampuannya di bidang ini sangat luar biasa melebihi rata-rata kemampuan computer pada anak-anak seusianya.
Lathif memang anak yang low profile, dan senang berteman dengan siapapun. Di sekolah, ia pun mempunyai banyak teman dan suka bermain seperti pada umumnya anak-anak. Semoga segala yang menjadi cita-cita mas Lathif kelak akan dikabulkan Allah SWT, Amiin. Tetaplah berkarya dan berprestasi, dan tentunya tetap rendah hati.
Subhanallah wal hamdulillah, bagaimana anak-anak? Mau seperti mas Lathif yang banyak teman, rajin ibadah, dan punya segudang prestasi kan? Pasti Bisa.
Sumber : Majalah Zahra Edisi 11/Th.2/Desember-Januari/2011-2012/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silakan berkomentar dengan sopan dan baik sesuai isi konten. Anda dapat berkomentar berupa kritik maupun saran yang bersifat membangun demi kemajuan blog ini. Dilarang memberi komentar yang berisi iklan, link aktif, promosi, SARA, dan sebagainya. Terima kasih atas perhatiannya.